Pak Adi Korban Tabrak Lari

Pak Adi Korban Tabrak Lari

Pak Adi Korban Tabrak Lari

Sebuah kecelakaan yang terjadi sekitar 10 tahun lalu menyelimuti rasa takut Adi, pak Adi pernah menjadi korban tabrak lari. Dalam peristiwa tersebut dirinya harus rela kehilangan satu jaringan tengah nya. Dan kecacatan pada kaki dan wajah nya sebelah kiri, sejak saat itu dia tidak berani pergi di malam hari dan naik motor sendirian.

Meski punya anak dan istri, dia lebih suka menggunakan aplikasi Grab dan memesan jasa Taxi. Karena dengan transportasi tertutup seperti ini dianggapnya jauh lebih aman. Rasa trauma yang ada dalam benak nya selama 10 tahun sudah membuatnya kesusahan. Karena pengalaman itu hampir saja merenggut nyawanya, beryukur Adi cuma koma selama 3 hari.

Pak Adi Korban Tabrak Lari Sekaligus Begal

Pak Adi Korban Tabrak Lari

Adi dulunya merupakan seorang rentenir rumahan, yang menagih uang dari pintu ke pintu. Mungkin karena pekerjaan nya sebagai tukang bungain uang, jadi para begal sudah mengincar dirinya. 18 Agustus 2010 pukul 11.50 Adi sudah dihadang 2 orang begal di muka jembatan Barito. Kemudian disusul dari 4 orang begal yang sudah mengikutinya dari belakang sambil membawa benda tajam.

Saat dari motor saja Adia sudah di serang dengan 2 kali sayatan pada bagian wajah. Sehingga dia terpaksa membawa motor lebih kencang untuk menyelamatkan dirinya. Tanpa sadar di depan sudah ada jebakan yang disiapkan oleh 2 orang begal lainnya yang membuat dirinya terjatuh dan terlempar jauh. Adi langsung pingsan, beruntung 15 menit kemudian ada truk yang lewat dan melihat tubuh Adi tergeletak di tengah jalan.

Kemudian dirinya dibawa kerumah sakit untuk di rawat, Adi mengalami koma selama 3 hari. Dan saat sadar dirinya masih ingat dengan peristiwa tersebut. Dalam kejadian tersebut dirinya kehilangan motor & uang nasabahnya sebanyak 410 juta. Mungkin saat itu begal sudah mengincar dan tahu kalau Adi sedang membawa uang sebanyak itu. Perkiraan kalau begal – begal itu adalah kerjasama antar anggota nasabah nya juga.

Itulah alasan kenapa hingga sekarang Adi merasa takut mengendari motor dan keluar di malam hari. Dia masih menggunakan alat transportasi darat, namun selalu menggunakan jasa taxi online seperti Grab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *